fbpx
Uncategorized

Kursus GRE Terbaik di Jakarta

By May 26, 2018 March 16th, 2019 No Comments

Apa itu GRE?

GRE adalah ujian masuk yang sering kali dibutuhkan pada sekolah pascasarjana dan bisnis. Sama seperti SAT dan ACT, ujian GRE mencakup penilaian yang luas akan pemikiran kritis, penulisan analisis, serta penalaran verbal dan kuantitatif.

  • Penalaran verbal: mengukur kemampuan Anda dalam menganalisis dan mengevaluasi materi tertulis dan memadukan informasi yang diperoleh, menganalisis hubungan antarbagian komponen kalimat dan mengenali hubungan antara kata dan konsep.
  • Penalaran kuantitatif: mengukur kemampuan pemecahan masalah menggunakan konsep dasar aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis data.
  • Penulisan analisis: mengukur kemampuan berpikir kritis dan menulis analisis, khususnya kemampuan Anda mengartikulasi dan mendukung gagasan kompleks dengan jelas dan efektif.
Kursus GRE Terbaik di Jakarta

Kursus GRE Terbaik di Jakarta

Siapa yang mengikuti tes GRE?

Yang mengikuti tes GRE adalah calon lulusan dan pelamar sekolah bisnis di seluruh dunia yang tertarik mengejar gelar master, MBA, master spesialis dalam bisnis atau gelar doktor. Pelamar bisa berasal dari latar belakang pendidikan dan budaya yang beragam.

Skor GRE digunakan sebagai panel izin masuk atau beasiswa pada kelengkapan dokumen sarjana, surat rekomendasi, dan kualifikasi lain dalam studi tingkat sarjana.

 

Kapan dan di mana peserta mengikuti tes?

Tes GRE diselenggarakan lebih dari 1.000 tempat di lebih dari 160 negara. Sebagian besar wilayah di dunia, tes berbasis komputer terus-menerus berlangsung sepanjang tahun. Di Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, dan Korea. Tes berbasis komputer dilakukan sebanyak tiga kali per bulan. Sementara, di wilayah tertentu di dunia dengan tes tidak berbasis non-komputer dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, bulan Oktober, November, dan Februari.

 

Bagaimana cara kerja tes GRE berbasis komputer?

Sesi penalaran verbal dan penalaran kuantitatif adalah bagian yang adaptif, yang berarti bagian pertama dari penalaran verbal dan kuantitatif mencakup rentang tingkat kesulitan, dari yang paling mudah hingga yang tersulit. Bagian pertama disusun sedemikian rupa secara keseluruhan sehingga terbentuk rasio kesulitannya.

Baca Juga  Les bahasa inggris untuk gmat

Tingkat kesulitan bagian kedua dari setiap tindakan bergantung pada kinerja peserta pada bagian pertama. Misalnya, jika barometer penalaran kuantitatif yang peserta lakukan di bagian pertama sudah sangat baik maka bagian kedua dari sesi itu akan lebih tinggi lagi. Perhitungan skor penalaran kuantitatif mencakup jumlah total pertanyaan yang dijawab dengan benar di dua bagian, serta tingkat kesulitan tiap bagian. Hal itu berlaku untuk sesi yang lain seperti penalaran verbal.

 

Apakah sesi penulisan analisis Kursus GRE Terbaik di Jakarta berbeda dengan sesi penulisan pada tes TOEFL IBT?

Sesi penulisan TOEFL IBT dengan penulisan analisis GRE mengukur keterampilan yang berbeda. Maksudnya, sesi penulisan TOEFL IBT mencakup dua tugas menulis yaitu (1) tugas independen yang meminta peserta mendukung pendapat secara tertulis, dan (2) tugas terpadu yang meminta peserta menulis tanggapan yang mengintegrasikan dan menyusun informasi dari bahan bacaan. Tugas penulisan ini tidak dirancang untuk mengukur tingkat pemikiran kritis dan penulisan analisis yang lebih tinggi, tapi berpusat pada kemampuan menyusun kosakata, tata bahasa, ejaan, dan sintaksis bahasa Inggris dengan beberapa analisis dan sintesis materi. Oleh karena itu, skor pada dua tes tersebut tidak sebanding. Tes TOEFL IBT menekankan keterampilan menulis dan pemahaman dasar, tapi skor TOEFL IBT itu bisa melengkapi skor sesi penulisan analisis dengan bantuan pemahaman bahasa Inggris.

 

Apa saja konten matematika yang disertakan dalam Kursus GRE Terbaik di Jakarta?

Tes GRE menggunakan dasar matematika untuk menguji penalaran kuantitatif. Materi uji itu mengukur kemampuan peserta memahami konsep dasar aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis data. Selain itu, peserta bisa memahami penalaran kuantitatif dan memecahkan masalah secara kuantitatif.

 

Bagaimana perhitungan skor pada Kursus GRE Terbaik di Jakarta?

Tiga skor akan dilaporkan pada tes GRE. Skor penalaran verbal berskala skor 130 hingga 170. Skor penalaran kuantitatif berskala skor 130 hingga 170. Sementara, skor penulisan analisis berskala skor 0 hingga 6.

Baca Juga  Mau Kuliah ke Luar Negeri, Persiapan Diri Untuk Kursus SAT Jakarta Lebih Dulu

 

Penilaian sesi penalaran verbal dan kuantitatif:

Tes berbasis komputer

Penalaran verbal dan kuantitatif merupakan bagian adaptif yang berarti komputer akan memilih mengukur bagian kedua berdasarkan kinerja pada bagian pertama. Dalam setiap bagian, semua pertanyaan berkontribusi sama terhadap skor akhir. Masing-masing dari dua bagian, nilai baku akan dihitung. Skor awal adalah jumlah pertanyaan yang dijawab dengan benar.

 

Skor awal diubah menjadi skor skala melalui proses yang dikenal sebagai penyamaan. Proses penyamaan mencatat variasi kecil dalam kesulitan di antara edisi tes yang berbeda serta perbedaan dalam kesulitan di antara tes individu yang diperkenalkan oleh adaptasi tingkat bagian. Jadi, skor skala tertentu dari ukuran tertentu mencerminkan tingkat kinerja yang sama, terlepas dari bagian mana yang dipilih dan kapan tes dilakukan.

 

Tes berbasis non-komputer

 

Penilaian pada sesi penalaran verbal dan kuantitatif dilakukan dengan dua langkah, yaitu:

  1. Skor awal dihitung. Skor awal adalah jumlah pertanyaan yang dijawab dengan benar.
  2. Skor awal dikonversi menjadi skor skala melalui proses yang dikenal sebagai penyamaan. Menyamakan catatan dalam perbedaan kesulitan di antara edisi tes yang berbeda. Dengan begitu, skor skala yang diberikan untuk ukuran tertentu mencerminkan tingkat kemampuan yang sama, terlepas dari edisi tes yang dilakukan.

 

Penulisan analisis:

Tes berbasis komputer

Setiap esai akan menerima skor setidaknya dari satu penilai terlatih, menggunakan skala holistik enam poin. Dalam penilaian holistik, penilai memberikan skor berdasarkan keseluruhan kualitas esai sebagai respons terhadap tugas yang diberikan. Skor esai kemudian dicetak oleh program komputerisasi yang dikembangkan oleh ETS yang mampu mengidentifikasi fitur esai yang terkait dengan kemampuan menulis. Jika skor yang dilakukan manual dan program itu sama atau mendekati, maka rata-rata dari dua skor tersebut digunakan sebagai skor akhir. Jika tidak sama, skor manual yang kedua didapatkan sehingga skor akhir adalah rata-rata dari dua skor hasil penghitungan manual.

Baca Juga  Tempat Kursus SAT di Jakarta

 

Skor akhir pada dua esai tersebut kemudian dirata-ratakan dan dibulatkan ke interval setengah poin terdekat pada skala skor 0 hingga 6. Satu skor akan dilaporkan sebagai skor penulisan analisis. Penekanan utama dalam mencetak bagian penulisan analisis adalah pemikiran kritis dan kemampuan menulis analisis peserta, dan bukan tata bahasa dan mekanika.

 

Tes berbasis non-komputer

 

Masing-masing esai akan dinilai oleh dua penilai yang terlatih menggunakan skala holistik enam poin. Dalam penilaian holistik, penilai memberikan skor berdasarkan keseluruhan kualitas esai sebagai respons terhadap tugas yang diberikan. Jika dua nilai berbeda lebih dari satu titik pada skala, perbedaan tersebut akan didiskusikan dengan penilai GRE yang ketiga. Jika tidak, dua nilai pada setiap esai dirata-ratakan.

 

Skor akhir pada dua esai tersebut kemudian dirata-ratakan dan dibulatkan ke interval setengah poin terdekat pada skala skor 0 hingga 6. Satu skor itu akan menjadi skor sesi penulisan analisis.

 

Apa instansi yang menerima peserta lulusan GRE?

Peserta lulusan GRE diterima oleh ribuan sekolah pascasarjana dan bisnis, serta departemen dan divisi di sekolah-sekolah tertentu.

 

Program MBA mana yang menerima nilai GRE?

Sekolah bisnis di seluruh dunia menerima nilai GRE untuk MBA, program master, dan program doktor yang khusus, termasuk banyak program peringkat teratas.

 

Apa sekolah bisnis memiliki tes preferensi?

Menurut survei Kaplan baru-baru ini, 8 dari 10 program MBA tidak memiliki tes preferensi. Dengan kata lain, sebagian besar program MBA menganggap nilai GRE dan GMAT secara setara.

adminmanager

Author adminmanager

More posts by adminmanager

Leave a Reply